“Kami memandang bahwa kunjungan Wapres ke Kabupaten Cilacap itu sangat penting. Karena Wapres tidak hanya datang sendiri, tetapi juga membawa investor, kementerian terkait, dan BUMN yang mungkin saja bisa bekerja sama dengan stakeholder yang ada di Kabupaten Cilacap,” ujar dia.
Icuk menjelaskan Cilacap sendiri telah memiliki sejumlah pijakan untuk mengembangkan perekonomian, termasuk penyusunan rencana induk pengembangan sektor perikanan dan UMKM yang melibatkan unsur perguruan tinggi.
Menurut dia, keterlibatan perguruan tinggi dapat membantu pemerintah daerah mengidentifikasi potensi wilayah sekaligus menyusun rencana pengembangan kegiatan ekonomi yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Cilacap atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp142,71 triliun.
Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 54,11 persen, sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 10,10 persen terhadap perekonomian daerah tersebut.