NADIKABAR.COM — Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk Irman Faiz menilai percepatan realisasi belanja pemerintah pusat dapat menopang permintaan domestik dalam jangka pendek, terutama pada kuartal III 2026.
Menurut dia, kenaikan belanja sejauh ini juga diimbangi pertumbuhan penerimaan negara, sehingga pelebaran defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga Agustus ini masih terbatas.
"Kebijakan fiskal diperkirakan memberikan dorongan pertumbuhan paling kuat pada kuartal III 2026. Percepatan eksekusi belanja pemerintah pusat seharusnya menopang permintaan domestik dalam jangka pendek," kata Irman berdasarkan kajian Bank Danamon Indonesia di Jakarta, Senin.
Dalam kajian tersebut, Irman memperkirakan belanja nominal pemerintah tetap besar hingga akhir tahun, meski laju pertumbuhannya secara tahunan berpotensi lebih moderat pada kuartal IV akibat basis realisasi belanja akhir 2025 yang relatif tinggi.
Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi belanja negara hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp2.295,7 triliun atau 59,7 persen dari pagu APBN dan tumbuh 17,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.791,5 triliun atau tumbuh 29 persen secara tahunan, terdiri atas belanja kementerian/lembaga Rp912,4 triliun dan belanja nonkementerian/lembaga Rp879,1 triliun.
Pada saat yang sama, pendapatan negara mencapai Rp2.055,6 triliun atau 65,2 persen dari target APBN dan tumbuh 25,4 persen secara tahunan.