Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kualitas kebijakan ekonomi turut ditentukan oleh kualitas institusi, termasuk aspek hukum dan regulasi. Dari perspektif makroekonomi, salah satu indikator penting yang dapat digunakan adalah Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yaitu perbandingan antara investasi yang ditanamkan dengan output yang dihasilkan.

Menurut dia, Indonesia perlu menjaga ICOR pada kisaran lima hingga enam persen guna memastikan investasi mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang optimal.

Sebagai contoh, Kiki menyoroti industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang hingga semester I tahun 2026 telah menyerap sekitar 3,8 juta tenaga kerja dan mencatat nilai ekspor sebesar 4,85 miliar dolar AS.

Menurut dia, sektor dengan daya serap tenaga kerja tinggi perlu terus diperkuat karena tidak hanya berkontribusi terhadap ekspor, tetapi juga menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi pendukung di sekitarnya.