NADIKABAR.COM β Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli menilai penguatan sektor riil diperlukan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ketika ruang dukungan BI-Rate sebagai instrumen moneter pada kondisi saat ini semakin terbatas.
Sebelumnya, menurut Bank Indonesia (BI), perekonomian Indonesia masih bergerak di bawah level potensial atau mengalami negative output gap. Kondisi ini menunjukkan masih ada ruang bagi pertumbuhan ekonomi tanpa menimbulkan tekanan inflasi yang berlebihan.
βDengan Bu Destry (Gubernur BI) mengatakan bahwa masih ada ruang pertumbuhan ekonomi, menurut saya intinya sektor riil ini harus digenjot,β kata Dipo saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Dipo memandang dorongan terhadap pertumbuhan dapat berasal dari kebijakan fiskal maupun sektor riil. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan maupun Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian misalnya dapat mengambil peran melalui kebijakan yang mendorong aktivitas ekonomi, termasuk di sektor industri dan perdagangan.
Adapun BI-Rate saat ini dipertahankan pada level 5,75 persen di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan dan ekspektasi terhadap arah suku bunga global.
Dengan kenaikan BI-Rate sebesar 100 basis poin (bps) pada triwulan II, Dipo mengatakan pelaku usaha bahkan khawatir apabila suku bunga kembali dinaikkan karena akan meningkatkan biaya pinjaman dan berpotensi semakin menekan aktivitas ekonomi.