"Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang tumbuh sebesar 28,34 persen, diikuti komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 8,85 persen. Kemudian, komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) tumbuh sebesar 8,66 persen," kata Margaretha dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).
Selanjutnya, dia menjelaskan bahwa komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tumbuh sebesar 5,93 persen, diikuti ekspor barang dan jasa yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,02 persen.
"Sementara itu, komponen impor barang dan jasa juga tumbuh sebesar 6,11 persen sehingga secara neto ekspor mengalami kontraksi sebesar 7,73 persen," tutupnya.