Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa lapangan usaha dengan kontribusi terbesar bagi ekonomi Jakarta pada triwulan III-2026 yaitu sektor perdagangan besar dan eceran dengan kontribusi sebesar 18,12 persen, diikuti konstruksi (11,17 persen), industri pengelolaan berkontribusi (10,94 persen).
"Untuk konstruksi, pertumbuhan didorong oleh meningkatnya konstruksi gedung dan infrastruktur. Ini tercermin dari realisasi dari pembangunan moda Lintas Raya Terpadu (LRT) Velodrome-Manggarai dan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase 2A yang juga meningkat," kata Kadarmanto.
Sementara itu, dari sisi produksi, lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi mengalami pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 10,86 persen, diikuti penyediaan akomodasi dan makan minum (9,57 persen), serta jasa lainnya (8,31 persen).