Menurut dia, perekonomian Kaltim juga ditopang pula oleh pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pabrik soda ash, dan proyek gasifikasi batu bara di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.Kinerja perdagangan luar negeri juga memberikan kontribusi positif. Neraca perdagangan Kaltim pada Triwulan III-2026 tercatat surplus 5,96 miliar dolar AS, naik 15,76 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
Nilai ekspor nonmigas naik 17,84 persen, sementara ekspor migas meningkat 80,11 persen. Peningkatan harga komoditas di pasar global, termasuk batu bara dan minyak bumi, turut mendongkrak nilai ekspor.Di sisi lain, belanja pemerintah tercatat cenderung melambat seiring penyesuaian APBD 2026, dengan pendapatan daerah yang ditargetkan turun dari Rp14,25 triliun menjadi Rp14,33 triliun.