NADIKABAR.COM — Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (Lamemba).

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Ibnu Qizam menyatakan capaian itu melengkapi predikat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), serta akreditasi internasional dari Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (Acquin) Jerman yang telah diraih sebelumnya.

"Program studi pionir sejak berdirinya FEB UIN Jakarta ini dinakhodai oleh Dr Arif Fitrianto. Jajaran pengajar di dalamnya diperkuat oleh sejumlah akademisi dan praktisi berkelas nasional," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Ibnu memaparkan di antara jajaran pengajar tersebut ada Prof Dr Abdul Hamid, pakar ilmu ekonomi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang pernah menjabat Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan UIN Jakarta, serta Prof Dr Lukman, pakar di bidang perencanaan pembangunan.

Selain itu, Assoc Prof Dr Arisman yang berulang kali menorehkan prestasi di tingkat internasional.

"Penguatan akademis juga ditopang oleh Assoc Prof Zuhairan Yummi, mantan Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UIN Jakarta, yang juga menjadi dosen luar biasa di Universiti Malaya, Malaysia, serta Assoc Prof Rizqon Halal Syah Aji, Direktur Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik (PSEKP) UIN Jakarta, yang pernah menjabat Wakil Rektor Universitas Trilogi Jakarta, dan Rektor ITSNU Pekalongan," ujar Ibnu.

Adapun pengajar lain yang turut memperkuat program studi itu, kata Ibnu, adalah Assoc Prof Dr Fitri Amalia, Dr Zaenal Mutaqin, Sekretaris Program Studi Dr R.R. Tini Anggorowati, Dr Najwa Khairinia Rosada, dan Dr Shelby Widodo Putra.

Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika Program Studi Ekonomi Pembangunan atas konsistensi dalam mempertahankan reputasi akademik.

"Pihak fakultas berharap para akademisi yang telah memenuhi kualifikasi, dapat segera dikukuhkan sebagai guru besar guna memperkuat reputasi lembaga di tingkat global," ucap Ibnu Qizam.