Namun, konten kreator terkenal itu juga menilai pengembangan pembalap perlu dilakukan sejak usia dini melalui sistem akademi yang terstruktur. Pembinaan tersebut, lanjut dia, tidak hanya mencakup kemampuan pembalap, tetapi juga dukungan mekanik dan aspek teknis lainnya.
Ladislao menambahkan, ketersediaan wadah pembinaan menjadi salah satu tantangan yang masih perlu diperkuat. Sejumlah fasilitas balap memang telah tersedia di berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta.
Namun, masyarakat yang ingin mengarahkan anaknya menjadi pembalap masih kerap kesulitan menemukan sekolah atau akademi yang dapat menjadi pintu masuk pembinaan. Hal itu sedikit berbeda dengan cabang olahraga sepak bola yang memiliki banyak sekolah pembinaan di berbagai daerah.