NADIKABAR.COM — Presiden kehormatan Asosiasi Sepakbola Jepang (JFA) Kozo Tashima berencana maju dalam pemilihan presiden FIFA untuk bersaing melawan Gianni Infantino selaku petahana.

Tashima adalah mantan pemain sepak bola, pelatih, dan pernah menjadi Presiden JFA pada periode 2016-2024.

Dilaporkan AFP, Tashima juga pernah mengenyam pendidikan di German Sport University Cologne. Pengalamannya di Jerman mengubah cara pandang tujuan sepak bola di masyarakat.

Pria 68 tahun itu menegaskan, keputusannya untuk mencalonkan diri sebagai presiden FIFA demi memperbaiki integritas induk organisasi sepak bola dunia di era bisnis.

"Yang terburuk adalah jika dia (Infantino) terus melanjutkan pemilu tanpa melalui pemilu," kata Tashima dikutip dari AFP.

Tashima juga menyinggung keputusan FIFA era Infantino yang mencabut larangan bermain bagi pemain Amerika Serikat Folarin Balogun di Piala Dunia 2026. Keputusan mendadak itu diduga buntut intervensi Presiden AS Donald Trump.

Selain itu, Tashima juga mengkritik masalah izin pembatasan perjalanan atau VISA yang diberlakukan otoritas AS pada tim Iran di Piala Dunia.

Tashima yang mendapat dukungan penuh dari JFA, mengungkapkan pencalonannya sebagai presiden FIFA bukan sekadar menang atau kalah. Ia bertekad mengembalikan integritas ke dalam tubuh FIFA.

"Yang penting adalah berbagi dengan dunia tentang integritas yang telah dibangun sepak bola Jepang selama bertahun-tahun," ujarnya.

Jika lolos administrasi, Kozo Tashima bakal jadi tokoh sepak bola pertama asal Jepang yang berani mencalonkan diri dalam bursa pemilihan Presiden FIFA.

Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027 di Rabat, Maroko. Sebanyak 211 asosiasi anggota FIFA memiliki hak suara dalam menentukan pemimpin baru.