Tersangka kasus pengeroyokan Aditia Mulya Ramdhani kemudian bertambah. Ada tiga orang lagi yang menyusul menjalani proses hukum.

Ketiga tersangka, sebut Kapolres, juga menjalani proses hukum seperti sembilan tersangka sebelumnya.

Menurut keterangan para tersangka baru, mereka tidak tahu bahwa korban yang saat itu menjabat Kasat Reskim Wonogiri adalah polisi. Korban dikira salah satu kelompok silat yang sedang mereka cari. Terlebih Aditia saat kejadian mengenakan pakaian preman.

Pada Jumat (18/10/2026) Aditia Mulya belum pulih. Bahkan alat bantu masih harus terpasang.

Meski tak lagi dirawat di Singapura, Kompol Aditia tetap menjalani perawatan intensif di rumahnya, Perumahan Taman Sari Hills, Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, di Blok D05/11.

Di salah satu kamar, ia terbaring dan dipasangi alat bantu napas dan alat untuk memasukkan nutrisi makanan. Menurut keluarga, Aditia sudah mulai bisa memberikan respons saat diajak berkomunikasi.

Dua tahun berselang, Kondisi Aditia Mulya Ramdhani belum membaik. Sang istri Dewi Setyawati mengatakan terjadi kerusakan pada otak suaminya yang mengganggu saraf motoriknya.

Selama hampir dua tahun, suaminya hanya terbaring di tempat tidur. Bahkan Kompol Aditia, sebut Dewi, belum bisa merespons kontak mata dengan baik, walaupun sudah menjalani terapi stem cell di Rumah Sakit Islam Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah. Hingga akhirnya Kompol Aditia meninggal dunia.