Dari 20 siswa tersebut, 19 di antaranya laki-laki dan satu siswa perempuan. Seluruh korban yang terdata disebut mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan maupun penamparan.

Sementara itu, Kepala UPT PPA Dinsos P3APKB Kota Malang Fulan Diana Kusumawati menjelaskan proses asesmen dilakukan dengan meminta keterangan siswa dan orang tua secara bergantian. Dari keterangan yang diperoleh, bentuk kekerasan yang dialami korban berupa tamparan dan pukulan.

"Yang kami terima itu ditampar sama pemukulan. Semuanya kekerasan fisik," ujar Fulan.