Milner ternyata tidak sekadar mengandalkan kebugaran yang dibangun selama menjadi pesepakbola. Ia juga menjalani persiapan khusus untuk menghadapi tantangan lari jarak jauh tersebut.

Dalam wawancara dengan LetsRun yang dipublikasikan menjelang lomba, Milner mengungkapkan bahwa ia berlari tiga sampai empat kali dalam sepekan. Ia juga menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI) untuk menyusun program latihan.

Jarak terjauh yang pernah ditempuhnya dalam latihan mencapai lebih dari 32 kilometer. Fokus utamanya adalah membangun daya tahan dan meningkatkan jarak tempuh secara bertahap tanpa mengalami cedera.

Milner mengaku tidak terlalu mengejar target waktu tertentu. Baginya, menyelesaikan maraton pertamanya merupakan pencapaian tersendiri.