Ia tidak ingin aura negatif eksternal mengganggu kondusivitas di dalam tim. Ia juga menyoroti tradisi yang biasa dilakukan seusai laga untuk dilakukan saat Timnas Indonesia dalam euforia positif saja.

"Jika kalah dan pemain masih harus ke tribune, sementara mereka sudah capek dan lelah berjuang, tetapi masih menerima kritik pedas dengan bahasa yang kasar dan memancing emosi," ucap Rahmad Darmawan.