NADIKABAR.COM — Eksfoliasi menjadi salah satu perawatan yang banyak dilakukan untuk menjaga kulit tetap halus dan cerah. Meski begitu, ada batas yang perlu diperhatikan agar manfaatnya tidak berubah menjadi masalah.

Penggunaan scrub yang terlalu kasar atau produk eksfoliasi dengan bahan aktif tertentu secara berlebihan dapat membuat kulit justru semakin sensitif. Sebelum melakukan eksfoliasi, kenali terlebih dahulu dampaknya dam cara membantu kulit pulih setelah mengalami iritasi.

Eksfoliasi berlebihan bisa sebabkan iritasi kulit

Menurut Harvard Health, dokter kulit Rachel Reynolds dari Beth Israel Deaconess Medical Center menjelaskan bahwa eksfoliasi memang dapat membantu memperbaiki tekstur, tetapi bukan berarti semakin sering dilakukan hasilnya akan semakin baik.

Eksfoliasi sendiri bisa dilakukan secara fisik maupun kimia. Eksfoliasi fisik menggunakan scrub atau alat tertentu untuk mengangkat sel kulit mati, sedangkan eksfoliasi kimia memanfaatkan bahan seperti AHA, BHA, atau salicylic acid untuk membantu meluruhkan sel kulit mati di permukaan.

Kedua metode diatas tetap memiliki risiko jika dilakukan secara berlebihan. Kulit sensitif akan lebih mudah mengalami iritasi dan peradangan. Menggosok kulit terlalu kasar juga dapat menyebabkan kulit menjadi merah, kering, perih, hingga mengelupas.

Pada kulit yang sedang mengalami jerawat meradang, eksfoliasi fisi yang berlebihan bisa membuat kondisinya semakin parah. Selain itu, kulit juga lebih mudah terbakar sinar matahari setelah eksfoliasi.

Cara menenangkan kulit setelah eksfoliasi berlebihan

Jika kulit terasa perih atau terbakar setelah eksfoliasi, sebaiknya jangan langsung menambahkan banyak produk untuk mengatasinya. Dilansir dari Healthline, dokter kulit DR. Aanand Geria menyarankan penggunaan kompres dingin untuk membantu mengurangi meredakan rasa terbakar.

Gel lidah buaya juga dapat membantu proses penyembuhan kulit. Namun, pada kulit yang sudah sangat iritasi atau mengalami luka terbuka, lidah buaya dalam bentuk produk tertentu justru bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Untuk sementara, buatlah rutinitas skincare menjadi lebih sederhana. Hindari pembersih jenis foam yang berpotensi membuat kulit semakin kering, retinol, serta produk eksfoliasi hingga kondisi kulit membaik. Serum vitamin C juga menjadi salah satu produk yang dapat membantu menenangkan kulit sekaligus mendukung proses pemulihan.

Kapan waktu yang tepat untuk eksfoliasi?

Mengalami iritasi setelah eksfolasi bukan berarti perawatan ini harus dihentikan selamanya. Setelah kulit kembali membaik, eksfoliasi bisa dilakukan lagi. Cukup gunakan satu kali dalam seminggu, lalu lihat bagaimana kondisi kulit sebelum meningkatkan frekuensinya.

Pilihlah salah satu jenis eksfoliasi, baik fisik maupun kimia, dan jangan gunakan secara bersamaan. Untuk kulit kering dan sensitif, bahan seperti lactic atau glycolic acid dapat menjadi pilihan yang lebih lembut. Sementara itu, salicylic acid umumnya lebih sesuai untuk kulit berminyak atau rentan berjerawat.