NADIKABAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyampaikan nilai ekspor Jakarta pada Agustus 2026 sebesar 1,18 miliar dolar AS, turun 19,88 persen dibandingkan Agustus 2025.

"Penurunan nilai ekspor Agustus 2026 ini secara tahunan terutama didorong oleh penurunan nilai ekspor nonmigas," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto dalam kegiatan rilis berita statistik di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan, ekspor nonmigas pada Agustus 2026 sebesar 1.169,89 juta dolar AS, atau turun 19,96 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Sementara itu, nilai ekspor migas tercatat senilai 5,29 juta dolar atau naik sebesar 2,92 persen.

Adapun penurunan ekspor tahunan pada Agustus 2026 didorong turunnya ekspor mutiara alam atau mutiara budidaya, batu mulia atau batu semi mulia, logam mulia, logam yang dipalut dengan logam mulia, dan barang daripadanya; perhiasan imitasi; koin sebesar 94,13 juta dolar AS.

Penurunan ini diikuti ekspor alas kaki, pelindung kaki dan sejenisnya; bagian dari barang tersebut yang turun sebesar 76,31 juta dolar AS dibandingkan Agustus 2025.

Adapun negara tujuan ekspor utama pada Agustus 2026 adalah Amerika Serikat dengan nilai mencapai 166,42 juta dolar AS (14,16 persen), diikuti Tiongkok sebesar 120,39 juta dolar AS (10,24 persen), dan Filipina sebesar 89,45 juta dolar AS (7,61 persen).