Arman menilai peluang ekspor komoditas lokal dari Kalbar masih terbuka, termasuk untuk sejumlah hasil pertanian dan perkebunan yang selama ini belum dipasarkan secara resmi ke luar negeri.

Namun, katanya lagi, pengembangan komoditas ekspor masih menghadapi sejumlah kendala, seperti pemahaman pelaku usaha terhadap prosedur ekspor, legalitas usaha, pemenuhan standar kualitas dan kemasan, serta kontinuitas pasokan.

Untuk itu, Bea Cukai Jagoi Babang terus memberikan asistensi kepada pelaku usaha yang memiliki potensi ekspor melalui sosialisasi prosedur, pendampingan pengurusan dokumen dan layanan Klinik Ekspor.

"Kami juga bersinergi dengan Pemkab Bengkayang, dinas terkait dan instansi lainnya untuk memetakan komoditas unggulan baru serta mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli di Malaysia," katanya lagi.