Acara ini diselenggarakan oleh American Hindus for Engagement and Dialogue, yang menyebut mendapat dukungan dari lebih dari 135 organisasi Hindu Amerika dan bertujuan mempromosikan warisan bersama serta persatuan antaragama.
Namun beberapa kelompok antaragama dan hak sipil, termasuk Hindus for Human Rights, Indian American Muslim Council, dan Interfaith Center of New York, mengkritik acara ini karena keterlibatan Bhagwat dan rekam jejak RSS. Mereka menggelar konferensi pers di luar Balai Kota New York dan menyerukan pembatalan acara.
"Mohan Bhagwat tidak mewakili umat Hindu. Ia memimpin gerakan nasionalis Hindu ekstremis yang telah memicu kekerasan, pengucilan, dan ketakutan bagi komunitas minoritas," kata Sravya Tadepalli, Wakil Direktur Eksekutif Hindus for Human Rights, dalam sebuah pernyataan. "New York seharusnya tidak memberi RSS panggung untuk mengemas nasionalisme agama sebagai persatuan."
Rashtriya Swayamsevak Sangh, atau RSS, adalah organisasi Hindu sayap kanan yang didirikan oleh Keshav Baliram Hedgewar pada 1925. Dalam bahasa Hindi, nama ini berarti Organisasi Relawan Nasional. Kelompok ini menggambarkan dirinya sebagai "gerakan peradaban dan budaya yang berpusat pada Hindu" yang berfokus pada persatuan umat Hindu, dan menolak tuduhan bahwa mereka mempromosikan intoleransi.
RSS adalah induk ideologis dari Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, dan sang PM memiliki hubungan panjang dengan organisasi tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, organisasi ini melancarkan kampanye global untuk menangkal persepsi bahwa mereka adalah kelompok paramiliter yang terlibat dalam kekerasan terhadap komunitas minoritas.