Rekor sebelumnya tercatat sebesar 2,6 derajat Celsius di atas normal pada periode November 2015 hingga Januari 2016.

WMO menyatakan bahwa El Nino kemungkinan dapat menyebabkan suhu di atas rata-rata di sebagian besar wilayah dunia sekaligus mengubah pola curah hujan secara signifikan.

Kondisi yang lebih basah dari biasanya diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan "Tanduk Besar Afrika", sebagian Asia Tengah dan Asia Timur, bagian utara Semenanjung Arab, sebagian Amerika Utara, serta wilayah tenggara Amerika Selatan.

Sementara itu, kondisi yang lebih kering dari biasanya diperkirakan akan melanda anak benua India, bagian selatan Amerika Tengah, sebagian wilayah Karibia, dan bagian barat laut Amerika Selatan.