Kenaikan harga minyak berpotensi mendorong inflasi di AS. Kondisi tersebut dapat membuat The Fed mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi.

"Pada saat inflasi tinggi, berarti Bank Sentral Amerika akan mempertahankan suku bunga tinggi. Dan ini yang membuat akhirnya apa, harga emas yang tadinya sempat mengalami lonjakan-lonjakan ke US$ 4.600, kemudian terpengaruh penurunan," ujarnya saat dihubungi NadiKabar.com, Selasa (8/9/2026).

Di tengah koreksi harga tersebut, Ibrahim justru melihat peluang bagi investor yang ingin mengoleksi emas. Ia menilai pelemahan harga saat ini hanya bersifat sementara.

Menurutnya, prospek harga emas dalam jangka menengah hingga panjang masih positif. Karena itu, investor maupun masyarakat yang belum memiliki logam mulia dapat memanfaatkan penurunan harga untuk mulai membeli.