NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat sebanyak 4.030.702 orang sudah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga akhir September 2026, melampaui target pada Triwulan III 2026.

"Hingga akhir September 2026, capaian CKG DKI Jakarta telah mencapai 4.030.702 orang atau 36,46 persen sehingga telah melampaui target Triwulan III sebesar 36 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Kendati cakupan CKG di Jakarta melampaui target triwulanan, namun Pemprov DKI masih terus berupaya mencapai target tahun 2026 yakni 46 persen dari total sasaran penduduk.

"Target hingga akhir 2026 adalah 46 persen, sehingga masih perlu menjangkau sekitar 1,05 juta orang," kata Ani yang diperkuat pernyataan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Octoviana Carolina.

Untuk mencapai target tersebut, Dinkes DKI berupaya terus memperluas akses dan mobilisasi masyarakat melalui optimalisasi layanan CKG di Puskesmas dan jejaringnya, CKG berbasis komunitas dan tempat kerja atau perkantoran, serta penguatan sosialisasi dan kolaborasi lintas sektor.

Adapun Program CKG merupakan salah satu langkah inisiatif yang cepat dan mudah dicapai oleh Presiden Prabowo Subianto serta menjadi program pemeriksaan kesehatan terbesar yang pernah dijalankan pemerintah. Program ini sudah berjalan lebih dari setahun sejak diluncurkan pertama kali pada 10 Februari 2025.

Kementerian kesehatan (Kemenkes) mencatat program itu telah menjangkau 73,8 juta penduduk per 31 Juli 2026, melampaui total capaian sepanjang 2025 yang mencatatkan angka 70 juta peserta.

Dari total 73,8 juta peserta, sebanyak 62,7 juta orang menjalani skrining di puskesmas dan kegiatan komunitas, sedangkan 11,1 juta sisanya merupakan anak sekolah.

CKG juga menyediakan layanan skrining gratis bagi seluruh kelompok umur di lebih dari 10 ribu puskesmas, sekolah, dan komunitas.

Pada 2026, Kemenkes memfokuskan tindak lanjut CKG pada tiga faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), yakni hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Ketiganya dinilai menjadi pemicu utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.