NADIKABAR.COM — Basarnas mengerahkan enam personel penyelam untuk membantu mengevakuasi kru helikopter yang kecelakaan saat melaksanakan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu.
"Tim sudah berangkat kemungkinan sekarang sudah di lokasi, ada enam penyelam sudah kita kerahkan," kata Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, enam penyelam terlatih dari Kantor SAR Palangka Raya itu yang diberangkatkan itu bergabung dengan tim yang disiapkan oleh TNI AD.
"Kami memaksimalkan penyelam yang dari Kantor SAR Palangka Raya dulu, penyelam Basarnas Spesial Grup (BSG) di Jakarta juga ready, (sewaktu-waktu) siap digerakkan," cetusnya.
Adapun dalam siaran pers resmi TNI AD yang diterima ANTARA sebelumnya, dijelaskan peristiwa kecelakaan Helikopter Mi 17V5 dari Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) itu terjadi sekitar pukul 11.18 WIB.
Kecelakaan bermula ketika helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB. Helikopter tersebut berangkat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Saat mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu untuk operasi water bombing, helikopter mengalami kendala terbang hingga akhirnya jatuh di sungai.
Sesaat setelah peristiwa itu, TNI AD langsung mengirimkan personel untuk mengevakuasi para kru lewat jalur udara.
Hingga saat ini, satu orang kru heli ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan jenazahnya sudah dievakuasi ke RS Kuala Pembuang. Sedangkan lima orang dalam kondisi selamat dan sedang menjalani perawatan di RS yang sama.
Namun belum ada laporan resmi terkait bagaimana evakuasi badan helikopter.