NADIKABAR.COM — Anisah tampak terkejut ketika mengetahui omzet penjualan produk pangan olahan kelompoknya meningkat cukup besar.

Perempuan 41 tahun itu adalah anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekarsari yang berada di Kampung Legok Pulus, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Saat ditemui ANTARA pada 24 Oktober 2026, ia sedang mengemas kerupuk seblak berbahan ubi ungu, ditemani ketua KWT Mekarsari Teti Setiarum (61).

Menurut Teti, dalam pembukuan sementara hingga 24 Oktober 2026, tercatat 471 kemasan makanan ringan telah terjual sepanjang Oktober. Seluruh produk dijual dengan harga rata-rata Rp20.000 per kemasan sehingga total omzet KWT Mekarsari pada bulan itu telah mencapai Rp9.420.000.

"Ini produksi yang sudah terjual? Lumayan banyak juga ya, Bu, alhamdulillah," kata Anisah kepada Teti dengan wajah sumringah.

Produk berupa keripik dan makanan olahan itu menggunakan bahan baku lokal, seperti ubi ungu, kentang, kulit singkong, cabai keriting, dan abon ikan, dan dipasarkan ke berbagai daerah.

Dalam enam bulan terakhir, omzet penjualan KWT Mekarsari bahkan mencapai sekitar Rp90 juta. Angka tersebut terbilang besar bagi usaha rumahan yang tumbuh di lingkungan pedesaan.

Hasil penjualan kemudian dialokasikan untuk biaya operasional kelompok, kas, santunan anak yatim, serta dibagikan kepada anggota yang aktif. Saat ini, terdapat 13 anggota aktif dari total 35 anggota KWT Mekarsari.