"Semua pihak harus memahami dan menerima hal ini, upaya untuk mencekik negara Palestina akan berakhir dengan kegagalan," katanya.

Dia pun mengungkapkan harapan bahwa suatu saat nanti akan terbentuk negara Palestina yang merdeka dengan keutuhan wilayah, berdasarkan perbatasan tahun 1967 dan dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

"Insya Allah, kita akan menyaksikan hari-hari indah ketika Negara Palestina, yang merdeka dan memiliki keutuhan wilayah dalam batas-batas seperti tahun 1967 dan dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, akan terwujud," kata Erdogan.

Dia pun mengungkapkan rasa sedihnya karena Presiden Palestina Mahmoud Abbas tidak dapat menghadiri Sidang Majelis Umum PBB selama dua tahun berturut-turut.

"Presiden Palestina, Bapak Abbas, tidak dapat hadir di ruang sidang ini selama dua tahun berturut-turut. Ketidakadilan terhadap saudara, saudari Palestina kita ini menyayat hati," tambahnya.