"Berkat dukungan (Presiden AS Donald) Trump, kami turut berkontribusi pada tercapainya gencatan senjata. Namun, meskipun ada gencatan senjata tersebut, lebih dari 1.300 warga sipil telah dibunuh di Gaza," ujar Erdogan.

Meskipun Hamas dan kelompok-kelompok Palestina lainnya telah menerima tahap kedua dari kesepakatan kerangka kerja gencatan senjata bulan Oktober, ia menyatakan bahwa "Israel tidak menghentikan tindakannya di Gaza, dan Tepi Barat sedang mengalami masa-masa paling sulit akibat pendudukan wilayah tersebut oleh pemukim ilegal Israel".