NADIKABAR.COM — Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengatakan siap memperluas kerja sama dengan Amerika Serikat di sektor energi, termasuk energi nuklir dan gas alam cair (LNG).

"Kami siap mengembangkan kerja sama dengan AS dalam bidang, seperti energi yang termasuk tenaga nuklir dan LNG, penerbangan sipil, serta teknologi tinggi," kata Erdogan di New York, seperti dikutip surat kabar Haberturk.

Erdogan berada di New York, AS, untuk menghadiri Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus menghadiri acara "100 Tahun Persahabatan: Turkiye-Amerika Serikat" di sebuah restoran Turkiye di AS

Erdogan juga menyoroti industri pertahanan, menggambarkannya sebagai salah satu bidang yang secara tradisional kuat dalam kemitraan Turkiye-AS.

Diperlukan pengembangan kerja sama di sektor pertahanan, baik pada tingkat bilateral maupun dalam kerangka NATO, tegasnya.

"Kami ingin menghilangkan hambatan yang seharusnya tidak ada sama sekali di antara dua sekutu serta memberi dorongan baru pada hubungan kami," katanya.

Dia mencatat sekitar 20 tahun lalu, volume ekspor pertahanan Turkiye hanya sebesar 248 juta dolar AS (sekitar Rp4,4 triliun) per tahun, sementara sekarang telah melebihi 10 miliar dolar AS (sekitar Rp178,8 triliun).

Erdogan juga mengingatkan pangsa Turkiye dalam ekspor pertahanan global telah lebih dari dua kali lipat dibandingkan lima tahun lalu.

Penerjemah: Fransiska Ninditya