Chaidir memilih opsi refund lantaran jadwal penerbangan selanjutnya belum pasti. Dia memahami kondisi ini karena penerbangan bisa mengancam keselamatan penumpang jika dipaksakan.
"Ini lebih bagus kita mengikuti arahan, karena jangan sampai berdampak buruk juga kalau misalnya maskapai melakukan penerbangan dengan kondisi debu vulkanik yang bisa merusak pesawat," jelas Chaidir.
Dia mengapresiasi pihak bandara yang telah memberikan layanan pengembalian uang tiket 100%. Saat ini Chaidir masih menunggu jadwal penerbangan selanjutnya untuk menghadiri agenda revalidasi Geopark Maros-Pangkep di Jakarta, Senin (7/9) besok.
"Iya masih menunggu jadwal penerbangan apakah bisa nanti malam atau kita bisa berangkat insyaallah. Saya lihat penerbangan yang batal hanya ke Jakarta," ucapnya.
"Acaranya kan juga besok untuk acara Geopark. Agenda Bersama teman-teman geopark untuk melihat hasil revalidasi Geopark Maros-Pangkep," imbuh Chaidir.