NADIKABAR.COM — Penutupan delapan bandara di Indonesia akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak langsung pada skema kepulangan jemaah umrah. Sebagian dari mereka terlantar di Arab Saudi, belum mendapatkan kompensasi penginapan dari pihak maskapai.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf. Menhaj menjelaskan, penanganan yang diterima para jemaah dari pihak maskapai penerbangan masih berbeda-beda. Penutupan ruang udara secara mendadak membuat pemenuhan fasilitas-fasilitas tempat tinggal sementara menjadi kendala bagi sebagian jemaah.

"Ada beberapa maskapai yang memberikan kompensasi hotel penginapan. Ada juga beberapa yang tidak memberikan, karena itu saya minta ke tim kita yang di grup kita untuk memantau terus situasi di sana," ujar Irfan saat dihubungi, Senin (7/9/2026), dihimpun dari keterangan resmi.