NADIKABAR.COM — Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau turut berdampak terhadap penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hingga saat ini tercatat ada 46 penerbangan yang terdampak.

Penundaan penerbangan tersebut berdasarkan informasi Notice to Airmen (NOTAM) yang berlaku di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Diketahui, operasional penerbangan di Bandara Soetta mengalami penutupan sementara pada Minggu (6/9) pukul 23.59 WIB hingga Senin (7/9) pukul 00.59 Wita.

"Berdasarkan data hingga malam ini, sebanyak 46 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terdampak pembatalan, terdiri dari 20 penerbangan kedatangan (arrival) dan 26 penerbangan keberangkatan (departure). Penerbangan yang terdampak meliputi rute dari dan menuju Jakarta (CGK)," jelas Plt. Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Fascal Ramadhan dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026). Pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga terus berkoordinasi dengan maskapai dan InJourney Airpots, khususnya Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), guna memperoleh perkembangan informasi terkait kondisi operasional penerbangan.

"Sebagai langkah antisipasi, Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus mengikuti perkembangan jadwal penerbangan dari masing-masing maskapai. Bandara juga menyiapkan kebutuhan pelayanan bagi penumpang yang terdampak apabila terjadi perubahan pada operasional penerbangan," paparnya.

Selain itu, manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyiapkan langkah-langkah antisipasi sebagai rencana cadangan, termasuk kesiapan pelayanan serta respons bagi penumpang yang terdampak perubahan operasional penerbangan.