NADIKABAR.COM — Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat (4/9) menghasilkan kolom abu vulkanik mencapai 6-15 km. Namun, apakah erupsi bisa menjadikan Gunung Anak Krakatau bertambah tinggi atau besar?
Ahli di bidang vulkanologi, geomorfologi, dan mitigasi bencana gunung api, Dr Danang Sri Hadmoko, S Si, M Sc, menjelaskan bahwa pada dasarnya 'pertumbuhan' gunung ada dua mekanisme yang dinamis. Satu bergantung pada volume lava yang keluar dan runtuhan lereng yang tidak stabil.
"Pertumbuhan tinggi gunung itu sangat tergantung pada volume lava yang keluar begitu. Jadi, lava yang keluar itu dia akan membentuk kubah lava (lava dome). Dia akan tumbuh terus, tumbuh terus, tumbuh terus sampai ketinggiannya dan lebar diameter gunung akan bertambah karena juga itu akses dari material yang mengalir dari puncak kemudian dia mengalir ke lereng-lereng itu," terangnya kepada detikEdu, Senin (7/9/2026).
"Nah, tetapi ketika pada suatu titik lereng itu tidak stabil, kubah lava itu tidak stabil, dia akan runtuh gitu, yang menyebabkan tsunami di Selat Sunda tahun 2018 itu. Sehingga dia ketika runtuh, dia turun lagi gitu. Kemudian nanti tumbuh lagi. Jadi, memang sangat dinamis sekali sebenarnya," tambahnya.