Abu vulkanik disebut Danang, dapat membahayakan apabila masuk ke jalur penerbangan karena dapat mengurangi jarak pandang dan berdampak terhadap kinerja mesin serta komponen pesawat.

"Kondisi tersebut juga menjadi pertimbangan bagi kru dalam menjalankan penerbangan. Oleh karena itu, pesawat tidak akan dioperasikan melalui wilayah yang dinilai memiliki risiko abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan," ucap dia.

Lion Group pun terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dan memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, informasi sebaran abu vulkanik, kondisi cuaca, serta perkembangan operasional bandar udara. Penyesuaian penerbangan dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi dan informasi keselamatan penerbangan yang tersedia.

"Kondisi akibat erupsi gunung api merupakan force majeure, yaitu keadaan di luar kendali dan kemampuan maskapai Lion Group yang terjadi karena faktor alam atau keadaan luar biasa sehingga dapat memengaruhi pelaksanaan penerbangan. Dalam situasi seperti ini, keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional," tutup pria berkacamata itu.