"Kita coba tanyakan ke BMKG, BMKG juga tidak tahu. Tidak ada seperti sesuatu peristiwa atau apa, ada awan apa (pemicu hujan es), tidak," ucapnya.
Menurut Antoni, hujan es yang terjadi saat masa pancaroba atau peralihan musim lumrah terjadi. Hanya saja, untuk ukuran hujan es sampai sebesar kepala bocah, baginya ini di luar peristiwa normal.
"Hujan itu es itu kalau pengalaman-pengalaman itu paling besarnya ya seperti es-es itu paling besar pun seperti bola pingpong. Sebesar itu. Jadi kalau ini pun makanya juga saya melihat ini, wah ini kok, kok lebih besar dari bola pingpong," kata Antoni.
Bayu menekankan, peristiwa ini masih dalam pendalaman lintas instansi. Pihaknya juga enggan buru-buru menyimpulkan ada tidaknya unsur kesengajaan di balik kejadian ini.
"Masih menunggu ya, nanti biar ada kepastian, iya," pungkasnya.