NADIKABAR.COM β€” Tapanuli Selatan, Sumatera Uta (NadiKabar) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot membidik pengembangan tahap kedua pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Batang Toru dengan tambahan daya sebesar 160 megawatt (MW).

β€œSetelah ini berjalan dengan baik, kemudian rencananya ada pengembangan 160 MW,” ujar Yuliot ketika ditemui di Bendungan Air PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat.

Saat ini, PLTA Batang Toru yang dikelola oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) dikembangkan dengan kapasitas terpasang total 510 megawatt (MW). PLTA tersebut dirancang untuk beroperasi penuh pada jam beban puncak (18.00–24.00).

Apabila pengembangan tahap pertama berlangsung dengan lancar, maka Yuliot berencana untuk melakukan pengembangan lanjutan untuk menambah daya yang dihasilkan dari PLTA tersebut.

β€œ(Tahap lanjutannya) setelah yang saat ini jalan. Tetapi kajiannya sudah dibuat,” ucap Yuliot.

Ia mengatakan pengembangan lanjutan PLTA Batang Toru akan mencontoh keberhasilan pengembangan PLTA bertingkat di China. Pengembangan PLTA di Negeri Tirai Bambu tersebut memanfaatkan satu aliran sungai untuk 17 PLTA.

Dengan demikian, China bisa memanfaatkan dengan maksimal potensi daya listrik yang dihasilkan oleh sungai tersebut.

β€œ17 PLTA dalam satu aliran sungai. Mereka memiliki kapasitas sekitar 22 gigawatt (GW),” ucap Yuliot.

Oleh karena itu, ia membidik pengembangan satu unit tambahan di hilir Sungai Batang Toru. Yuliot juga menilai pengembangan unit tambahan tersebut dapat dilakukan oleh NSHE, tanpa perlu mencari pemenang lelang lagi.

β€œKalau bisa, ya, tanpa tender lagi. Karena ini (pembangunan yang sedang berlangsung) kan sudah tender. Tinggal perluasan, nambah ke bawah. Ini FS (studi kelayakan)-nya sudah disiapkan oleh NSHE, nanti kalau ditenderkan itu ya, ini pemenang tender cari investor lagi, sodori lagi sama NSHE untuk pengembangan. Itu yang kami tidak inginkan. Ini (NSHE) kan sudah terbukti,” ucap Yuliot.