Aktivitas vulkanik berdasarkan data visual dan seismik belum menunjukkan adanya peningkatan.

Dari data 'Real Time Seismic Amplitude Measurement' (RSAM), energi tampak pada 24 Agustus 2026 polanya naik hingga 30 September 2026, kenaikan ini berasal dari gempa permukaan.

Dari data GPS yang terpasang, deformasi menunjukkan pola inflasi laju rendah sejak Juni 2025 hingga Januari 2026, sementara periode 1 Januari hingga 30 September 2026, deformasi tidak mengalami perubahan di mana polanya masih mendatar.

Potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon untuk saat ini adalah kemungkinan terjadinya gas beracun yang sewaktu waktu dapat keluar dari kawah, juga dapat terjadinya erupsi freatik secara tiba tiba.