β€œEksplorasi dan eksploitasi ini kami akan genjot pada tahun 2027 dan 2028 sehingga target kita 1 juta barel itu bisa tercapai,” kata Yuliot.

Yuliot mengatakan berbagai langkah percepatan tersebut merupakan respons pemerintah terhadap gejolak geopolitik yang menyebabkan naiknya harga minyak dunia. Kementerian ESDM mencatat harga minyak dunia sempat menyentuh 107 dolar AS per barel pada akhir September 2026.

β€œKarena sebagian besar energi kita yang untuk crude (minyak mentah) itu masih impor, tentu kita harus melihat sumber dalam negeri bagaimana kita meningkatkannya,” ucap Yuliot.

Diwartakan sebelumnya, Iran ingin AS kembali pada nota kesepahaman yang dicapai pada Juni lalu, di mana mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan rencana untuk memulai perundingan nuklir, dengan imbalan sejumlah langkah, termasuk keringanan sanksi, pencairan miliaran dolar dana Iran yang dibekukan di luar negeri, serta penghentian blokade AS.