Ia menjelaskan bahwa hingga triwulan II 2024 rasio elektrifikasi di Sulawesi Tenggara tercatat sebesar 93,55 persen. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional yang telah mencapai 99,84 persen, dengan beberapa area prioritas penanganan meliputi Kabupaten Muna Barat, Kolaka Timur, dan Buton Selatan.
"Guna mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah pusat berkoordinasi dengan Pemprov Sultra serta pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan sinkronisasi data lokasi program Kelistrikan Desa (Lisdes) 2026," ujarnya.
Selain penyiapan PLTS komunal untuk daerah terpencil, pemerintah tetap memprioritaskan skema perluasan jaringan (grid extension) bagi wilayah yang dekat dengan instalasi PLN, serta menyalurkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi rumah tangga kurang mampu.