NADIKABAR.COM — Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Uni Eropa (EU) akan memberikan tambahan waktu satu tahun bagi kalangan eksportir bahan bakar fosil terkait fleksibilitas aturan metana guna meringankan biaya energi.

Berbicara di hadapan Parlemen Eropa di Strasbourg, Selasa (6/10), von der Leyen mengatakan langkah tersebut akan membantu mengurangi biaya bagi para eksportir di tengah tekanan hebat yang melanda pasar energi Eropa.

"Kami akan memberikan fleksibilitas kepada eksportir selama satu tahun lagi terkait aturan metana," ujarnya, seraya menambahkan bahwa langkah tersebut akan "menghemat biaya tambahan di masa krisis."

Regulasi metana EU dirancang untuk mengurangi emisi metana dari sektor energi dan mencakup bahan bakar fosil yang diproduksi di dalam blok tersebut serta minyak, gas alam, dan batu bara impor.