"Kami mengusung tema sport tourism, selaras dengan Provinsi Jawa Tengah yang akan menumbuhkan pariwisata, ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja, serta UMKM bahagia," ujarnya.

Respati menegaskan bahwa kualitas ajang ini akan terus ditingkatkan seiring lonjakan partisipasi peserta dari 5.000 pelari pada 2025 menjadi 7.000 orang pada 2026. Menurutnya, kepuasan masyarakat serta para peserta menjadi salah satu kunci peningkatan event tersebut setiap tahunnya.

"Tahun depan lebih berkualitas lagi dan bisa menjadi promosi pariwisata Jawa Tengah. Kita sudah kunci emapt event lari di Surakarta, yaitu Solo Run Fest, Mangkunagaran Run, Run for Humanity, dan Soekarno Run. Sehingga ekonomi terus bergulir sampai miliaran setiap event," jelasnya.

Peserta SRF 2026 asal Jakarta, Grecia Hutapea, mengaku terkesan dengan suasana rute lari yang teduh dan tertata rapi. Menurutnya, alur peserta tetap steril dari himpitan warga meski melintasi kawasan Car Free Day Jalan Slamet Riyadi yang dipadati masyarakat.

"Lari di sini itu juga sambil lihat budayanya, sempat lewat Mangkunegaran juga," pungkasnya. (akn/ega)