Desain sirkuit akan memanfaatkan variasi ketinggian lahan untuk menciptakan pengalaman balap yang unik dan menantang, sekaligus menyuguhkan sudut pandang istimewa bagi para penggemar.

Kepastian Rwanda menjadi tuan rumah balapan F1 pada 2030 sekaligus menyudahi penantian panjang benua Afrika untuk kembali menggelar ajang bergengsi tersebut.

Terakhir kali balapan F1 digelar di Afrika terjadi pada 14 Maret 1993 ketika melangsungkan Grand Prix di Sirkuit Kyalami, Gauteng, Afrika Selatan yang dimenangkan pembalap Prancis Alain Prost dari tim Williams-Renault.