β€œKebudayaan adalah kekayaan yang luar biasa yang harus kita jaga sebagai kekuatan pemersatu, binding power, sebagai source of identity, sumber dari jati diri dan identitas kita, apalagi di tengah globalisasi dan geopolitik dunia yang makin tidak menentu,” kata Fadli.

Ia menambahkan kebudayaan juga memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi (cultural economics), sekaligus menjadi kekuatan diplomasi dan pengaruh Indonesia di tingkat internasional.

Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong pemajuan kebudayaan melalui revitalisasi lebih dari 200 situs budaya, keraton, istana, museum di berbagai provinsi, serta taman budaya.

Terkait penghargaan di bidang repatriasi, Fadli menegaskan bahwa pengembalian benda budaya dari luar negeri merupakan bagian dari upaya mewujudkan keadilan budaya dan sejarah sekaligus memulihkan kedaulatan budaya Indonesia.

Ia menyebut pengembalian Java Man atau fosil manusia purba yang ditemukan Eugene Dubois, bersama lebih dari 30.000 artefak, fosil, dan benda budaya lainnya dari Belanda, Jerman, serta sejumlah negara lain sebagai bagian dari upaya tersebut.