NADIKABAR.COM — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Eksekutif UNESCO Dr. Nasser bin Hamad Al Hinzab. Pertemuan ini berlangsung di sela Sidang ke-225 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis.
Agenda pertemuan membahas penguatan peran Indonesia di UNESCO. Kedua tokoh juga menyoroti peningkatan efektivitas tata kelola organisasi hingga pengembangan skema pendanaan baru secara berkelanjutan.
Saat ini, Indonesia masih menjabat sebagai anggota Dewan Eksekutif untuk periode 2023-2027. Dewan beranggotakan 58 negara ini berperan mengawal program kerja dan pelaksanaan kebijakan UNESCO.
Fadli Zon menegaskan komitmen Indonesia untuk mengambil peran yang semakin aktif dan substantif. Pihaknya bertekad membawa perspektif Asia Tenggara dan negara yang selama ini kurang terwakili dalam agenda global.
"Indonesia ingin semakin aktif memberikan gagasan, pengalaman, dan praktik baik kepada UNESCO. Kita juga ingin memastikan perspektif negara-negara Selatan memperoleh ruang yang semakin kuat dalam pembahasan global di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan," ujar Fadli Zon pada keterangan tertulisnya, Jumat (9/10/2026).
Al Hinzab menyambut komitmen tersebut dan menilai kehadiran aktif Indonesia sangatlah penting. Ia juga menyoroti tiga kebutuhan utama UNESCO ke depan, yakni penguatan visibilitas mandat, transparansi, serta sumber pembiayaan baru.