"Karena beberapa jilid berikutnya, lima jilid berikutnya ini dalam proses terkait dengan proofreading, kemudian akuisisi foto-foto, dan juga layout yang belum selesai. Tetapi untuk penulisannya sudah lama selesai," jelasnya.
Ia mengatakan, jilid-jilid buku Sejarah Indonesia yang terbit 14 Desember lalu diperbaiki dalam aspek layout oleh desainer buku sebelum dapat dirilis ke publik.
"Sehingga bentuknya kira-kira seperti ini, jadi lebih representatif," ucapnya.
Sementara itu, kreditasi foto juga dilengkapi dengan kebutuhan total sekitar 1.700 foto. Fadli Zon mengatakan, untuk memenuhi kreditasi foto, pihaknya bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia hingga pihak-pihak individu.