NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, mengunjungi Kampung Adat Desa Sade, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah kebakaran beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, Fahri menekankan agar Desa Sade tetap dibangun ulang tetapi tidak membuang kultur Suku Sasak.
Fahri Hamzah tiba di Sade pukul 13.55 Wita dengan didampingi oleh Ketua DPW Partai Gelora NTB, Lalu Pahrurozzi, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Sekda Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, Kepala Rekontruksi Desa Adat Sade Lalu Muhammad Faozal, dan Kadis Pariwisata Lalu Muhamamd Hatta.
"Pemerintah menyampaikan bahwa ini adalah suatu duka dalam yang dalam bagi kita ya. Karena suatu kawasan yang banyak sekali manfaatnya bagi masyarakat tentunya juga bagi bangsa kita untuk menunjukkan kekhasan dari budaya kita khusus orang Sasak di Pulau Lombok ini," kata Fahri seusai meninjau kondisi Desa Sade pascakebakaran, pada Rabu (2/9/2026).
Fahri mengatakan wujud Desa Sade ke depan itu harus dibangun lebih aman. Ia pun menggunakan istilah Presiden Prabowo Subianto, dalam rapat terbatas (ratas) Kementerian yang digelar, Selasa (1/9/2026), yaitu ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah).
"Maka kita harus merestorasi dalam bentuk yang lebih baik, lebih nyaman, aman atau memakai istilah Pak Presiden dalam ratas itu ASRI," ujarnya.