"Saya dengar tadi sudah ada tim dari Unram, saya berharap ini bisa selesai," katanya.

Ia mengatakan, Desa Adat Sade ini memang memiliki sejarah panjang untuk masyarakat Sasak di Pulau Lombok. Dengan begitu, pemerintah tak bisa tinggal diam dan membiarkan aset negara itu saat mengalami musibah.

Pihaknya memandang bahwa DED yang dilakukan oleh akademisi dan pakar dari Unram ini akan membantu pemerintah untuk menentukan kebijakan. Ia menyampaikan bahwa seluruh pihak saat ini masih bersama-sama menunggu arah kebijakan yang akan diambil pada pertemuan lintas kementerian.

"Jangan sampai Desa Budayanya hilang, keindahannya tidak tercapai, karena infrastruktur tidak tercapai, dan lain-lain tidak diselesaikan. Karena itu butuh investasi lebih besar. Sehingga nanti desa ini menjadi desa biasa. Kita tetap ingin desa ini tetap seperti lama," pungkasnya.