Namun, untuk sementara, pembelian komputer masih harus ditunda karena sebagian uangnya digunakan untuk keperluan usaha.
"Jadi next dululah. Soalnya duit kemarin lagi dipakai buat usaha," ungkapnya.
Meski begitu, Fajar berusaha tetap optimistis dan tidak ingin terburu-buru mewujudkan semua keinginannya sekaligus. Ia memilih untuk terus bekerja dan mengumpulkan kebutuhan rumahnya sedikit demi sedikit.
Pencapaian membeli rumah sendiri di usia muda pun menjadi pengalaman yang membanggakan bagi Fajar. Ia bahkan sempat melontarkan candaan mengenai kebahagiaan memiliki hunian pribadi.
"Pokoknya kalau kalian pengin bangga, beli rumah. Bangga banget," ucapnya sambil tertawa.