Menurut Gatot, dari informasi yang didapat gudang yang terbakar diketahui sebagai tempat menyimpan bahan baku kimia, termasuk deterjen. Untuk memadamkan kobaran api, sebanyak 12 unit damkar dikerahkan ke lokasi.
"Armada tersebut terdiri dari tiga unit Pemadam Pemkab Gresik dari Krikilan Driyorejo, dua unit PT Garuda Food, satu unit PT Dayasa, satu unit PT Agrindo, dua unit Pemadam Pemkab Gresik dari Menganti, satu unit PT KAS Gresik, satu unit dari Pemkot Surabaya dan satu unit dari Mojokerto," tuturnya.
Dari keterangan pihak pabrik, kebakaran pertama kali diketahui setelah seorang karyawan saat melihat kepulan asap dari arah atas gudang palet. Saat itu, saksi melihat asap dari jarak sekitar 500 meter.
"Saksi kemudian berlari menuju arah kepulan asap untuk memastikan kejadian tersebut," tutur Gatot.
Gatot menambahkan sesampainya di lokasi, saksi bertemu dengan Karyo, seorang sopir yang saat itu berada di dalam gudang untuk melakukan bongkar muatan. Setelah mengetahui adanya asap, Karyo langsung mengeluarkan kendaraannya dari dalam gudang.
"Melihat ada asap, saksi kemudian melaporkan kepada koordinator security PT Wings Surya. Pihak security selanjutnya menghubungi kepolisian dan petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan," tambah Gatot.