NADIKABAR.COM — Ulah petugas pemadam kebakaran (Damkar) di Gresik mendadak jadi sorotan. Sebabnya, mereka menarik warga di Perumahan Graha Lebani uang Rp 150 ribu saat meminta tolong untuk penanganan kebakaran lahan di pinggir Tol Krian-Bunder.

1. Wabup Gresik tegaskan layanan damkar gratis

Dugaan permintaan biaya itu menjadi perhatian setelah Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan layanan pemadaman kebakaran, termasuk laporan melalui 112, tidak dipungut biaya. Alif menyatakan, Pemkab Gresik akan menyelidiki dugaan permintaan uang tersebut dan meminta masyarakat melapor jika menemukan adanya pungutan dalam pelayanan yang bersinggungan dengan Pemkab Gresik.

Kebakaran lahan terjadi di sekitar pinggir Tol Krian-Bunder pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 11.13 WIB. Warga Perumahan Graha Lebani kemudian menghubungi Damkar Kabupaten Gresik karena kobaran api dinilai berpotensi merembet ke kawasan permukiman.

Warga menyebut kondisi angin saat itu cukup kencang sehingga api semakin mengarah ke perumahan. Sebelum menghubungi petugas, warga bersama sejumlah penghuni perumahan sempat melakukan pembasahan secara gotong royong untuk mencegah api mendekati rumah.

"Kebakaran lumayan mau merembet ke rumah warga. Karena anginnya sangat kencang, panas, akhirnya api itu mengarahnya mau ke perumahan," kata salah satu warga perumahan yang enggan disebut namanya, Rabu (2/9/2026).

2. Warga lapor damkar karena gagal memadamkan kebakaran lahan

Upaya pembasahan yang dilakukan warga belum mampu menghentikan kobaran api. Warga kemudian berinisiatif melaporkan kebakaran tersebut kepada Damkar Kabupaten Gresik agar api tidak semakin membesar dan merembet ke permukiman.

"Warga dengan gotong royong, nyiram-nyiram melakukan pembasahan. Tapi api masih terus membesae sehingga lapor ke Pemadam Kebakaran Kabupaten Gresik," tambahnya.

3. Warga Diminta Rp 150 Ribu untuk uang pengganti air