Kedekatan lokasi Kopdes dengan makam menjadi bagian yang tidak dibantah oleh pemerintah desa.
Abdul Zei mengatakan gedung tersebut memang dibangun berdekatan dengan area pemakaman. Namun, lahan pembangunan berada di luar area makam.
Pemilihan lokasi tersebut, kata dia, juga bukan keputusan sepihak. Pemerintah Desa Cigobang menyiapkan lahan desa berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama dengan pengurus koperasi.
"Nah, kita sesuai hasil musyawarah desa, kesepakatan bersama, bahwa Pemerintah Desa menyiapkan lahan desanya untuk pembangunan Kopdes," ucapnya.
Menurutnya, ada sejumlah pertimbangan dalam menentukan lokasi tersebut.
Pertama, lokasi berada dekat dengan sekolah. Kedua, berada tidak jauh dari permukiman warga. Selain itu, kawasan tersebut dinilai strategis karena berada di jalur yang menghubungkan permukiman dengan akses menuju lahan pertanian.
"Alasannya yaitu satu, dekat sekolah kedua, dekat pemukiman. Dan itu aksesnya sangat strategis untuk jalan poros tim redaksi pemukiman sama jalan akses ke pertanian," jelasnya.
Ia menambahkan, lokasi pembangunan telah disepakati bersama tim redaksi pemerintah desa dan pengurus Kopdes.
"Ya, kalau lokasi memang dekat pemakaman karena itu yang paling dekat sama pemukiman warga. Dan untuk kesepakatan bersama, itu hasil kesepakatan bersama tim redaksi pemerintah desa dan waktu itu pengurus Kopdesnya, bahwa di situlah tempat paling strategis untuk pembangunan Kopdes," katanya.
Bagi pemerintah desa, posisi tersebut justru dinilai memberikan kemudahan bagi warga karena berada di kawasan yang mudah dijangkau.
"Tidak menyulitkan warga, karena itu jalan poros, jalan alternatif, dan tidak menyulitkan warga. Ketika warga ke situ, itu aksesnya gampang malahan," ujarnya.
Di tengah polemik mengenai lokasinya, pembangunan Kopdes Merah Putih Cigobang sendiri kini hampir rampung.
Abdul Zei memperkirakan progres pembangunan gedung telah mencapai 90 hingga 95 persen.
"Untuk kegiatannya ini pembangunannya sudah mencapai 90 persen sampai 95 persen perkiraan," ucapnya.
Sejumlah perlengkapan untuk menunjang aktivitas koperasi juga mulai dikirim ke lokasi.
"Dan baru dikirim itu berarti satu unit truk dan penampungan untuk penyimpanan barang dan yang lainnya tinggal menunggu waktu," jelasnya.
Meski bangunan hampir selesai dan perlengkapan mulai berdatangan, pemerintah desa belum dapat memastikan kapan Kopdes Merah Putih Cigobang akan resmi diluncurkan. Pihak desa masih menunggu informasi lebih lanjut dari dinas terkait.
"Oh, belum tahu. Nanti kita menunggu dari dinas. Kemarin sudah disampaikan katanya dalam waktu dekat," katanya.
Dari pantauan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai posisi gedung Kopdes Merah Putih Cigobang.
Gedung koperasi terlihat berhadapan dengan area pemakaman umum. Namun, bangunan tersebut tidak berada di tengah kompleks makam.
Di tim redaksi area pemakaman dan gedung Kopdes terdapat jalan utama desa. Jalan tersebut memiliki ukuran lebih lebar dibandingkan jalur setapak yang terekam dalam video viral.