NADIKABAR.COM — Korban keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjatuhan di Indonesia, tak terkecuali Provinsi Jawa Timur. Kasus keracunan bahkan terjadi dalam tiga hari terakhir sejak Selasa (1/9) hingga Kamis (3/9) dengan korban terdampak mencapai 1.111 pelajar, santri dan guru.

Kejadian pertama terjadi di Pondok Pesatren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo. Disusul di SMAN 3 Nganjuk, dan terakhir di Kabuh, Mojokerto. Seluruh korban sama mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, pusing, sakit perut, hingga diare.

1. Sebanyak 23 korban masih diopname 1 observasi di Sidoarjo

Di Kabupaten Sidoarjo menjadi kasus keracunan pertama dengan korban paling masif. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo hingga Kamis pukul 15.10 WIB, total korban terdampak mencapai 730 orang.

Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, menjelaskan sebanyak 706 orang telah diperbolehkan pulang untuk berobat jalan. Sedangkan sisanya 23 orang masih menjalani rawat inap (opname) tersebar di beberapa fasilitas kesehatan.

Menurutnya, korban yang masih dirawat tersebar di beberapa fasilitas layanan kesehatan. Sementara satu orang yang dalam observasi berada di RSUD Notopuro Sidoarjo.

"Data terakhir masih rawat opname itu 23 orang. Kemudian yang sudah kita rawat jalankan ya, artinya sudah berobat jalan itu 706. Dan saat ini masih ada observasi pasien 1 orang," kata dr. Lakhsmie.