Penelitian ini dilakukan menggunakan data historis dari misi MESSENGER NASA yang berakhir pada 2015. Misi Eropa/Jepang BepiColombo beberapa bulan lagi akan memasuki orbit di sekitar planet Merkurius dan akan memberikan data resolusi lebih tinggi tentang semua fitur permukaannya.
"Dengan Altimeter Laser BepiColombo (BELA), kami berharap topografi Merkurius dapat ditangkap dengan resolusi yang lebih baik, dan kemudian kami akan dapat memperoleh informasi yang lebih andal tentang fitur kontraksi dan kekasaran. Informasi ini pasti akan menguatkan temuan dan dapat lebih menyempurnakan perkiraan," kata Nishiyama.
Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters dengan judul "Underestimation of Planetary Contraction Due to Obscuration by Surface Roughness: The Case of Mercury".